Pembangunan Gedung BKD Amburadul

Kantor Pemda Kab Tangerang di Tigaraksa

TANGERANG,- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ka­bu­paten Tangerang Amran Arifin mengatakan, dari sisi arsitektur tidak baik seperti saluran air di luar tembok, tiang di bagian sisi ruang rapat, ins­talansi listrik yang sem­rawut, dan bahan material yang kualitasnya rendah. Anggota Dewan juga me­ne­mu­kan beberapa bagian ge­dung kondisinya sudah rusak, seperti atap bocor dan eternit yang lapuk.
”Saya heran. Dana segitu be­sar­nya, namun pem­ba­ngu­nannya asal-asalan begini. Masa baru dibangun, sudah banyak yang rusak,” ujarnya di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) ke gedung BKD, Tig­araksa, Selasa (25/1).
Dikatakan Amran, buruknya ba­ngunan tersebut di­ka­re­nakan salah perencanaan dan bahan bangunannya diduga tak sesuai bestek. ”Ba­ngu­nannya masih berantakan. Ini sudah jelas salah di pe­ren­canaan,” tegasnya. 
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang Hendra, mendesak pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) me­nyerahkan rencana anggaran biaya (RAB) proyek tersebut. Hen­dra menduga ada ke­janggalan dalam pem­ba­ngunan gedung tersebut.
Di tempat yang sama Se­kre­taris Dinas Cipta Karya Bur­ha­nudin yang didampingi Budhi Priatna dan Cucu Heri Rukmantara mengakui, proyek gedung BKD itu bermasalah sejak proses tender ber­lang­sung. Ketika dalam pelak­sanaannya, pada akhir tahun PT Putra Berlian sebagai pelak­sa­na proyek hanya menye­le­saikan pembangunan 75 persen dan pihak Dinas Cipta Karya hanya membayar Rp 2,5 miliar, sedangkan sisanya Rp 1,3 miliar dikembalikan ke kas daerah.
”Dari sisa Rp 1,3 miliar itu, di­alokasikan untuk pem­bia­yaan kelanjutan pembangunan gedung BKD,” jelasnya.
Selain itu, Burhanudin juga mengakui, terjadi bongkar pasang akibat revisi gambar ba­­ngunan sehingga pem­bangunan gedung BKD itu molor dan tidak sesuai target. Na­mun, Burhanudin mem­ban­tah, jika dalam penger­jaannya menggunakan bahan material yang tidak berkualitas. ”Semuanya sudah sesuai spek (spesifikasi-red). Kesalahan hanya di bongkar pasang bangunan,” kilahnya.
Sementara itu, Kabid Ba­ngu­nan Dinas Cipta Karya Budhi Priatna menegaskan, PT Putra Berlian selaku pelaksana pro­yek BKD sudah di-blacklist dan tidak dapat mengikuti kegiatan pengerjaan proyek di Kabupaten Tangerang. “Ka­mi sudah memutus-kon­traknya dan mam­black­listnya,” tegas Budhi.   *( RB)

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s