Pemberi Komando Via SMS Sudah Diketahui

Banten***-Kepala Kepolisian Daerah Banten Banten Brigadir Jenderal Polisi Pol Agus Kusnadi mengatakan identitas orang yang memberi komando penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, sudah diketahui.

“Dari hasil penyelidikan, penyerangan itu ada yang memerintahkan melalui pesan singkat (SMS), kami sudah mendapatkan identitas pengirim perintah itu, dan sekarang dalam pengejaran,” katanya di Pandeglang, Kamis (10/2) malam.
Selain itu, ia menambahkan, saat ini juga sedang diselidiki indentitas para penyerang yang menggunakan pita biru. “Dari rekaman yang ada, para penyerang memang banyak yang mengenakan pita biru, kita sedang menyelidiki status mereka, namun sampai saat ini belum mengarah pada satu organisasi atau perkumpulan,” katanya.
Namun, lanjut Kapolda, sudah diperoleh informasi bahwa massa yang menyerang dan menggunakan pita biru tersebut berasal dari luar Kecamatan Cikeusik. “Massa yang memakai pita biru itu berasal dari Kecamatan Cibaliung, Cigeulis dan Panimbang, tetapi kami belum dapat memastikan apakah mereka berasal dari satu organisasi massa atau bukan,” katanya.
Kapolda juga mengatakan terjadinya bentrokan itu bukan semata karena kelalaian dari aparat Kepolisian. “Kami tidak membiarkan hal itu terjadi, dan kami juga telah melakukan antisipasi, dan bentrokan itu terjadi karena ada provokasi dari pihak yang diserang dan banyaknya massa yang menyerang,” katanya.
Ia juga menjelaskan, pada 3 Februari 2011 jajaran Polres Pandeglang mendapat pesan singkat (SMS) yang menyebutkan akan adanya pengusiran dan pembubaran jemaah Ahmadiyah di Cikeusik. Sehari kemudian, Polres Pandeglang melakukan koordinasi dengan unsur muspida setempat, guna melakukan penanggulangan terkait pesan yang diterima itu.Pada 5 Februari, Polres mengevakuasi Suparman alias Parman bersama istrinya serta Atep. Pengamanan itu juga atas permintaan masyarakat yang menginginkan agar pimpinan Ahmadiyah itu keluar dari Cikeusik.

“Tanggal 6 Februari pukul 03.00 WIB dini hari, Kapolres Pandeglang mengirim personel ke Cikeusik dengan fokus mengamankan rumah Suparman yang kosong, dan kondisi masyarakat setempat waktu itu sudah tenang,” katanya.

Pada pukul 07.00 WIB, tiga rombongan jemaah Ahmadiyah dari luar daerah langsung masuk ke rumah Parman. Aparat sudah membujuk agar mereka mau dievakuasi karena khawatir terjadi hal tak diinginkan. “Tapi anggota jemaah Amadiyah dari luar daerah itu, tidak mau dievakuasi dengan alasan akan mempertahankan aset organisasi,” katanya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, kata dia, datang massa sekitar 1.500 orang ke rumah Parman. Pihak yang diserang (Ahmadiyah) melakukan provoksi sehingga terjadilah bentrokan itu. Polisi yang hanya sekitar 120 orang tidak kuasa mengendalinkan situasi.(Ant/BEY)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s