Pemkot Tangerang, Gencar Razia Gepeng

Satpol PP Razia Gepeng

Pemkot Tangerang ***- Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota Tangerang bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang saat ini, gencar melakukan operasi dan penyuluhan terhadap Gembel serta Pengemis (Gepeng), Kota Tangerang kini mulai terbebas dari Gepeng yang biasa mangkal disetiap sudut kota. Para Gepeng ini takut terjaring razia dan dikirim kepanti rehabilitasi apabila tertangkap Satpol PP.

Kabid Rehabilitasi dan Bimbingan Sosial, Dinsos Kota Tangerang, Agus R

Agus, Kabid Rehabilitasi & Pembinaan Dinsos Pemkot Tangerang

Wahyudin mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya tidak bosan-bosan bekerjasama dengan Satpol PP untuk melakukan razia gepeng. “Kita terus lakukan pemantauan dan razia, sehingga kantong-kantong gepeng yang biasa mangkal dikota Tangerang habis terrazia. Kalaupun masih ada, mereka kucing-kucingan dengan petugas dan biasanya beroperasi disaat jam luar kantor dan hari libur,” kata Agus menjelaskan.

Agus juga mengatakan, untuk kedepan pihaknya akan melakukan operasi disaat yang tidak diperkirakan para gepeng, sehingga efek jera dengan mencuri-curi waktu dan kucing-kucingan dengan petugas akan terasa bagi mereka. Saat ini Dinsos juga tengah memantau lokasi-lokasi yang diperkirakan jadi pusat berkumpulnya gepeng.

Selain bekerjasama dengan Satpol PP, Dinsos juga telah melakukan kordinasi dengan pihak aparatur Kecamatan untuk melakukan tindakan apabila mendapati Gepeng beroperasi diwilayahnya. “Jadi nanti petugas Kecamatan bisa melakukan tindakan, setelah itu diserahkan kepada Dinsos dan menjadi tanggung jawab kami untuk mengirim Gepeng ini kepanti Rehabilitasi di Pasar Rebo,” ungkapnya.

Terkait dengan belum adanya panti rehabilitasi dikota Tangerang, Agus mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya telah mengajukan hal tersebut kepada Wali Kota dan saat ini tengah dibahas di Dinas Tata Kota untuk menentukan lokasi. “Insya Allah rumah singgah berbasis panti rehabilitasi akan dibangun di Kota Tangerang, akan tetapi untuk pastinya kami masih melakukan kajian lahan yang kira-kira cocok,” jelasnya.

Diharapkan Agus nantinya rumah singgah ini dapat menampung sekitar 50 orang, baik yang terdiri dari anak terlantar, anak yang mengalami kekerasan dari orang tua, wanita yang tertimpa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta gepeng yang sedang mendapatkan pelatihan dan rehabilitasi      (*)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s