Provinsi Banten Dukung Pembangunan Inffrastruktur Di Lebak

Hj Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten

PROV BANTEN ***- Pemerintah Provinsi Banten akan mendukung pembangunan infrastruktur di seluruh Kecamatan Kabupaten Lebak sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur di kecamatan selama ini menjadi perhatian serius karena akan memperlancar akses perekonomian masyarakat juga peningkatan pendidikan dan kesehatan,” kata Gubernur Provinsi Banten, Ibu Hj Ratu Atut Chosiyah, SE ketika membuka pasar murah di Rangkasbitung.

Gubernur Banten mengatakan, Provinsi siap untuk menggelontorkan dana pembangunan infrastruktur sebesar Rp. 1 miliar per kecamatan. Pembangunan infrastuktur di antaranya sektor pembangunan jalan, jembatan gantung, air bersih, jaringan listrik, pendidikan dan kesehatan.

Saat ini, warga Kabupaten Lebak masih banyak yang tinggal di daerah yang kondisi infrastukturnya buruk sehingga menghambat peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Karena itu, kata Gubernur, Pemprov Banten membantu dana pembangunan kecamatan sebesar Rp. 1 miliar per kecamatan.

“Saya yakin dengan bantuan itu diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga juga peningkatan kesejahteraan,” jelas Gubernur.

Beliau menjelaskan, jumlah kecamatan di Kabupaten Lebak saat ini tercatat 28 Kecamatan dan dipastikan dana pembangunan sebesar Rp. 28 miliar, karena setiap kecamatan memperoleh bantuan Rp. 1 miliar.

Bantuan program infrastruktur kecamatan tersebut salah satu upaya untuk percepatan pembangunan di Provinsi Banten. “Saya ingin jalan-jalan di desa di Banten dalam kondisi baik sehingga dapat meningkatkan akses ekonomi warga,” .

Sementara itu, Camat Cilograng Mamat Permana mengaku bantuan dana sebesar Rp.1 miliar dari Pemprov Banten tersebut tentu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami memiliki 12 desa dan semua kondisi infrastrukturnya  buruk,” katanya.

Menurut dia, bantuan pembangunan infrastruktur kecamatan diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat juga kesejahteraan. Selama ini, warga yang tinggal di desa-desa sangat memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan untuk mempermudah akses lalu lintas kendaraan.

“Jika pembangunan jalan dan jembatan terpenuhi, kemungkinan aktivitas ekonomi warga selama 24X1 jam,” ujarnya.   (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s